7 Tempat Wisata Di Lasem

REMBANG, KOMPAS — Daerah Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebagai kota kecil di pesisir ternyata mempunyai sejarah panjang dalam mengawal dan mengelola keragaman kebiasaan dan etnis. Di kota yang berjaya dalam perniagaan ini, etnis Tionghoa, santri keturunan Arab, dan penduduk setempat berbaur serta berusaha bersama melawan anti keragaman.

Hal itu dikatakan peneliti kota Lasem, Munawir Azis, pada diskusi buku bertema ”Lasem, Kota Tiongkok Kecil” di lokasi tinggal Semar, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang, Minggu (5/10/2014). Diskusi dihadiri pengasuh Pondok Pesantren Kauman, Karangturi, Lasem, KH Zaim Achmad Mas’shoem (Gus Zaim); budayawan Karangturi, Lasem, Sie Hwie Djan alias Gandor; Camat Lasem Kukuh Purwasana; penggiat sejarah Lasem, Yon Suprayoga; figur masyarakat Lasem, dr Tonny; serta sebanyak aktivis kebiasaan dan santri Lasem.

Munawir mengatakan, kitab tentang Lasem ini adalah tesis yang diperluas. Ketika studi pascasarjana di Center for Religious and Cross-cultural Studies Universitas Gajah Mada, ia mengerjakan riset mengenai sejarah Lasem di Jerman dan Belanda. ”Dari penelitian itu, saya baru tahu bahwa peranan Lasem mengawal dan mengelola keberagaman, baik tersebut suku, etnis, maupun agama, telah terbentuk sejak wilayah ini masih dalam distrik Kerajaan Majapahit. Ketika Lasem menjadi unsur kekuatan maritim Majapahit,” ujar Munawir.

Gus Zaim menilai, sebutan Lasem sebagai ”Kota Tiongkok Kecil” menjadi kendala sekaligus kebanggaan. Para ulama dan pejuang Tionghoa sekitar ini telah menyerahkan teladan yang baik untuk generasi ketika ini, tidak terdapat perbedaan etnis dan agama dalam menjalani kehidupan ini.

Dari sejarahnya, solidaritas antar-etnis di Lasem tercatat semenjak Perang Kuning (1740-1743), ketika penguasa Batavia menindas kaum Tionghoa. Di Lasem tumbuh perjuangan yang dipelopori ulama besar, Kyai Baidlawi, bareng Oei Ing Kiat dan Raden Panji Margono guna menggerakkan laskar Lasem melawan VOC.

Penggiat kebiasaan Yon Suprayoga menjelaskan, selain kebijaksanaan mengelola keberagaman, Lasem pun mempunyai situs-situs kebiasaan dan sejarah yang pantas dilestarikan, contohnya bende becak Sunan Bonang dan Kelenteng Cu An Kiong yang di bina tahun 1450 di tengah perkampungan yang ada delapan pesantren. ”Begitu tidak sedikit situs sejarah dan kebiasaan yang pantas dilestarikan. Setiap jengkal tanah di Lasem adalah ilmu pengetahuan,” kata Yon. (WHO)

7 Tempat Wisata Di Lasem – Wisata Di Lasem

7 Wisata Lasem dan Rembang Terbaru Ini Wajib Kamu Kunjungi

7 Wisata Lasem dan Rembang Terbaru Ini Wajib Kamu Kunjungi | Wisata Di Lasem

Klenteng Cu An Kiong dan 7 Spot Wisata Menarik di Lasem yang Harus

Klenteng Cu An Kiong dan 7 Spot Wisata Menarik di Lasem yang Harus | Wisata Di Lasem

7 Wisata di Lasem Membuat Siapa Saja Jatuh Cinta

7 Wisata di Lasem Membuat Siapa Saja Jatuh Cinta | Wisata Di Lasem

7 Wisata di Lasem Membuat Siapa Saja Jatuh Cinta

7 Wisata di Lasem Membuat Siapa Saja Jatuh Cinta | Wisata Di Lasem

Kawasan Wisata Bukit Kajar Lasem Rembang Spot Menikmati Indahnya

Kawasan Wisata Bukit Kajar Lasem Rembang Spot Menikmati Indahnya | Wisata Di Lasem

7 Tempat Wisata di Rembang Terbaru dan Terpopuler 7 - Explore

7 Tempat Wisata di Rembang Terbaru dan Terpopuler 7 – Explore | Wisata Di Lasem

wisata alam sendangcoyo lasem ~ LENSA 7

wisata alam sendangcoyo lasem ~ LENSA 7 | Wisata Di Lasem

7 photos of the "7 Tempat Wisata Di Lasem"

7 Wisata Lasem Dan Rembang Terbaru Ini Wajib Kamu Kunjungi Wisata Di LasemWisata Alam Sendangcoyo Lasem ~ LENSA 7 Wisata Di Lasem7 Wisata Di Lasem Membuat Siapa Saja Jatuh Cinta Wisata Di Lasem7 Wisata Di Lasem Membuat Siapa Saja Jatuh Cinta Wisata Di Lasem7 Tempat Wisata Di Rembang Terbaru Dan Terpopuler 7 Explore Wisata Di LasemKlenteng Cu An Kiong Dan 7 Spot Wisata Menarik Di Lasem Yang Harus Wisata Di LasemKawasan Wisata Bukit Kajar Lasem Rembang Spot Menikmati Indahnya Wisata Di Lasem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *