6 Gambar Definisi Kepariwisataan

Opini, Kahaba.- Desa Wisata adalah suatu area pedesaan yang menawarkan keseluruhan keadaan yang mencerminkan kemurnian pedesaan baik dari kehidupan sosial ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, mempunyai arsitektur bangunan dan struktur tata ruang dan lingkungan desa yang khas, atau pekerjaan perekonomian yang menarik dan unik serta memiliki potensi guna dikembangkannya sekian banyak komponen kepariwisataan, misalnya: atraksi, ekologi, akomodasi, makanan-minuman, cindera-mata, dan keperluan wisata lainnya.

Definisi Kepariwisataan

Definisi Kepariwisataan | Definisi Kepariwisataan

Kekayaan dan keindahan alam serta potensi sumberdaya alam hayati yang dipunyai Kabupaten Bima Khususnya Desa Sambori adalah aset yang paling potensial untuk dapat dikembangkan dan bermanfaat untuk masyarakat tidak sedikit khususnya masyarakat Lambitu dan Sambori dalam bidang pariwisata.. Berbagai keunikan kebiasaan yang dilengkapi dengan tanaman dan daya tarik alam yang yang khas, serta landscape nya dapat menarik minat wisatawan baik dari mancanegara maupun wisatawan lokal.

 

Desa Sambori memiliki ciri khas yang bertolak belakang dengan desa-desa atau lokasi lain di Bima, baik tersebut secara kegiatan masyarakat, karakter alam dan kebiasaan yang dipunyai masyarakatnya. Faktor ini seharusnya dapat dijadikan suatu nilai jual dalam pekerjaan pariwisata di Bima. Dalam optimalisasi yang sehubungan dengan etnotourisme mesti mempunyai prinsip-prinsip sebagai pesona sehingga destinasi wisatawan bisa terakomodir dengan baik dan bisa memuaskan wisatawan.

Wisatawan terutama wisatawan kebiasaan mempunyai motivasi-motivasi yang khas dikomparasikan wisatawan lain, wisatawan jenis ini ditandai dengan adanya susunan untuk belajar dan studi di pusat-pusat pengajaran dan penelitian, mempelajari adat istiadat, kelembagaan dan teknik hidup etnik lain, mendatangi monumen bersejarah peninggalan kemajuan masa kemudian atau kebalikannya penemuan masa kini,  mengunjungi pusat-pusat kesenian, pusat-pusat keagamaan, ikut serta dalam festival-festival keagamaan, seni musik, teater, tarian rakyat dan sebagainya.

Berdasarkan sejumlah inventarisasi yang dilaksanakan menunjukan bahwa Desa Sambori meiliki 30 atraksi etnis yang sangat dapat untuk unik wisatawan. selain tersebut Sambori pun mempunyai rumah atau bangunan yang khas arsitekturnya yakni Uma Lengge. Uma Lengge adalah salah satu lokasi tinggal adat tradisional yang diciptakan oleh nenek moyang suku Bima (Mbojo) semenjak zaman purba. Sejak dulu, bangunan ini tersebar di distrik Sambori, Wawo dan Donggo. Secara umum, struktur Uma Lengge berbentuk kerucut setinggi 5-7 m, bertiang empat dari bahan kayu-kayu pilihan, beratap alang-alang yang sekaligus menutupi tiga perempat bagian lokasi tinggal sebagai dinding dan mempunyai pintu masuk dibawah. Uma Lengge terdiri dari 4 lantai, yakni lantai dasar (kolong) atau Ground Floor yang bermanfaat sebagai lokasi menyimpan ternak. Lantai kesatu dipakai untuk menerima tamu dan pekerjaan upacara adat. Lantai kedua bermanfaat sebagai lokasi tidur sekaligus dapur. Sedangkan lantai ketiga dipakai untuk menyimpan bahan makanan laksana padi, palawija dan umbi-umbian.

Sambori pun memiliki tidak sedikit tradisi antara beda tradisi guna menyambut tamu yakni Tradisi Tapa Gala. Cara penyambutan Tamu di Sambori lumayan unik. Jika di wilayah lain lazimnya mereka menabur beras kuning, namun di Sambori mempunyai tradisi Tapa Gala (Tapa berarti Tahan, Gala berarti Bambu). Tapa Gala ialah menahan dengan bambu. Dalam tradisi ini, penduduk Sambori menyangga para tamu yang mendatangi desanya dengan meletakan bambu muda sepanjang 3 meter atau selebar jalan yang bakal dileawati. Kemudian, salah seorang tetua adat menyerahkan sebuah parang untuk ketua regu tamu dan dipersilahkan untuk mencukur bambu muda tersebut. Setelah bambu terpotong, maka semua tamu sudah dapat memasuki dusun (Desa). Tradisi Tapa Gala untuk masyarakat Sambori dimaksudkan sebagai suatu penghormatan untuk Tamu untuk mencukur dan membabat segala halangan rintangan yang terjadi selama berangjangsana di Sambori. Tapa Gala pun sebagai symbol kebersamaan antara pendatang dengan penduduk Sambori. Dalam prosesi pernikahan pun Tapa Gala dilaksanakan ketika regu calon pengantin pria menginjak Sambori. Tetua adat dan family calon pengantin wanita menyangga para Tamu dengan membentangkan Bambu guna dipotong. Sebelum pemotongan bambu, dua belah pihak seraya melempar pantun yang memikat. Selanjutnya Bambu dicukur oleh ketua regu untuk menginjak tempat Jambuta (Pesta).

Berbagai Definisi Tentang Kebijakan Kepariwisataan Dikemukakan

Berbagai Definisi Tentang Kebijakan Kepariwisataan Dikemukakan | Definisi Kepariwisataan

     Keunikan yang beda masyarakat Sambori pun terlihat dari tata teknik berpakaian atau busananya. Tata teknik berpakaian, format serta warna dan seni aksesorisnya mesti cocok dengan etika dan estetika masyarakat. Bentuk dan warna pakaian beserta kelengkapannya mengundang nilai luhur lagi mulia, mesti dapat disosialisasikan oleh si pemakaianya. Pakaian adat  masyarakat Sambori agak bertolak belakang dengan pakaian adat suku Bima- Dompu pada umumnya. Dengan kekhasanya, masyarakat Sambori ternyata dapat tampil beda. Ada perbedaan yang jelas antara pakaian sehari – hari dengan resmi, laki – laki dan perempuan bahkan remaja dan orang tua. segala kekhasan dan keanehan tersebut merupakan pesona pariwisata yang paling baik guna dikembangkan.

 

Berada di elevasi 500 hingga 800 Meter di atas permukaan Laut, Sambori dan Sekitarnya adalah desa yang berudara atau berhawa dingin serta mempunyai pemandangan alam desa yang paling memanjakan mata yang terdiri dari pucuk-pucuk bukit serta lembah. Sejauh mata memandang pun terlihat teluk Bima dan teluk Waworada dari atas pemukiman masyarakat Sambori.

Selain tersebut pula Sambori sangat sesuai untuk budidaya tanaman-tanaman obat laksana Jahe, Kunyit, Lengkuas, Mengkudu, Temulawak, Kumis Kucing, Kencur, Bangle, Tempuyang dan lain-lain. Tanaman ini disamping tumbuh secara binal di pegunungan Lambitu, pun diupayakan dan dikembangkbiakkan oleh masyarakat. Yang paling tidak sedikit dikembangkan penduduk disamping bawang putih dan padi ialah Kunyit dan Tempuyang.

Sejak dulu, orang-orang Sambori memang familiar sebagai penjaja Kunyit dan Tempuyang bahkan hingga di kota Bima dan Dompu. Sekitar 20 Hektar lahan tegalan di Sambori dimanfaatkan penduduk untuk menempatkan kunyit. Ada pun sekitar 7 Hektar lahan yang dimanfaatkan untuk menempatkan Tempuyang.

Proses buatan dan pemasaran penduduk Sambori terhadap tumbuhan obat ini masih paling sederhana dan  tradisional yakni dengan menjajakan dari dusun ke kampung, disamping dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, oleh karena tersebut perlu guna pengembangan yang berkelanjutan sampai-sampai menjadi ikon ekonomi masyarakat Desa Sambori ke depannya.

Definisi Pariwisata Dari 6 Sumber

Definisi Pariwisata Dari 6 Sumber | Definisi Kepariwisataan

Peluang Pariwisata Sambori

Posisi Kota dan Kabupaten Bima yang berada pada jalur “Segi Tiga Emas” Pariwisata di area timur Indonesia yakni Bali dan Lombok di sebelah Barat, Komodo dan Flores di sebelah unsur timur serta Tanah Toraja di sebelah utara paling strategis untuk upaya pengembangan kepariwisataan. Berdasarkan data Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bima. jumlah wisatawan domestic maupun mancanegara yang berangjangsana ke Kabupaten Bima pada 2012 ialah 11.585 orang, terdiri dari 11.375 wisatawan domestic dan 210 wisatawan mancanegara.

Potensi etnotourism dengan sekian banyak jenis atraksi kebiasaan sebenarnya adalah sumber ilham serta semangat untuk seluruh komponen wilayah untuk mengembangkan sektor pariwisata. Disisi lain, diinginkan pula untuk para empunya modal (investor) yang bergerak di bidang kepariwisatawaan dapat menyaksikan peluang guna menanamkan modalnya.

Keindahan alam dan keanekaragaman adat dan kebiasaan daerah adalah modal dasar yang bisa dikembangkan menjadi produk wisata yang menarik untuk wisatawan. Namun demikian, modal dasar itu dapat dibarengi dengan promosi aktif untuk Investor dan Wisatawan dalam dan luar negeri, dengan menawarkan keadaan yang kondusif serta kemudahan dan infrastruktur yang mencukupi untuk mengarah ke ke tempat objek wisata di Kabupaten Bima, peran pemerintah Kabupaten Bima sangat diinginkan dalam urusan ini.

Selain sejumlah hal itu di atas, gejala yang terjadi ketika ini ialah bahwa ecotourism tidak melulu menjadi issue nasional tetapi pun mendunia. Ecotourism di anggap sebagai suatu format industri yang sangat urgen baik dalam kaitannya dengan pengentasan kemiskinan maupun pelestarian alam, laksana yang dibicarakan dalam WES (World Ecotourism Summit) di Quebec yang menghasilkan prinsip pemikiran pernyataan Quebec.  Diantara ialah bahwa ecotourism merangkum prinsip pariwisata lestari dengan adanya akibat terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan, namun pun mempunyai prinsip-prinsip tertentu berupa memberi donasi aktif untuk pelestarian alam dan budaya, melibatkan masyarakat setempat dalam pekerjaan ecotourism serta berperan menambah kesejahteraan masyarakat.

Di samping hasil pernyataan Quebec, berpengalaman pariwisata dan konservasi pun mulai merumuskan sekian banyak konsep ecotourism yang ideal dan dapat diterapkan dengan tepat, untuk menyikapi sekian banyak wacana yang muncul. Ecotourism adalah suatu perpaduan dari sekian banyak minat yang tumbuh dari keprihatinan terhadap lingkungan ekonomi dan sosial. Secara eksklusif di area pelestarian alam dan pegunungan sebagai pelestarian sumber air, laksana halnya pengunungan Lambitu Kabupaten Bima, bahwa untuk meminimalisir tekanan terhadap hutan oleh masyarakat maka masyarakat lokal bisa diberdayakan (community empowerment) dalam pekerjaan ecotourism.

BAB II LANDASAN TEORI A. TINJAUAN UMUM PARIWISATA 6

BAB II LANDASAN TEORI A. TINJAUAN UMUM PARIWISATA 6 | Definisi Kepariwisataan

Pengembangan ecotourism di masyarakat selama hutan atau pegunungan laksana Sambori dapat menambah kualitas kehidupan dalam masyarakat (bidang ekonomi) dan mengkonservasi warisan alam dan budaya. Dalam Pertemuan Ekoturisme Dunia yang dilangsungkan di Quebec Kanada, diputuskan bahwa ecoturisme dipercayai sebagai pendekatan yang sangat tepat dalam menggabungkan langkah-langkah pembangunan lingkungan berkelanjutan dengan industri wisata yang diinginkan dapat mengusung kualitas hidup masyarakat setempat.

Dari sini dapat diputuskan bahwa konsep ecotourism adalah metode pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya pariwisata yang ramah lingkungan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai di antara pelaku wisata dan telah seharusnya masyarakat lokal mendapatkan akibat positif dari pekerjaan ecotourism. Alur beranggapan yang sangat mudah kenapa dalam penerapan ecotourism butuh melibatkan masyarakat lokal ialah bahwa kecil kemungkinan sekian banyak kegiatan yang merusak sumberdaya alam bisa diminimalisir tanpa menambah kualitas situasi sosial dan ekonomi masyarakat lokal. Oleh sebab itu, supaya dapat menjangkau sasaran dan destinasi yang tepat yakni terciptanya sumberdaya alam yang lestari dan meningkatnya situasi ekonomi, sosial, dan kebiasaan masyarakat maka dalam penerapan ecotourism telah seharusnya melibatkan masyarakat lokal. Dari pekerjaan ecotourism diinginkan terjadi evolusi yang signifikan dalam bidang ekonomi, sosial, dan kebiasaan masyarakat lokal.  Pelibatan masyarakat ini pasti saja tidak dapat lepas dari pihak-pihak beda yang berhubungan atau stakeholder  yang menjadi satu kesatuan organisasi.

Ketika masyarakat telah dilibatkan secara aktif maka dengan sendirinya akan hadir rasa mempunyai di dalam upaya konservasi sumberdaya alam melalui pekerjaan wisata alam. Partisipasi masyarakat lokal ini dapat menjadi key point dalam pengembangan ecotourism sekaligus bisa memotivasi mereka guna lebih bertanggungjawab terhadap pemeliharaan lingkungan dan pelestarian alam serta budaya.

Tentunya dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut mesti menekankan pada ekuilibrium pemakaian sumberdaya alam dengan usaha-usaha konservasi yang berkelanjutan (suistanable). Bagi mem-folow up urusan ini pasti saja diperlukan suatu kiat dan upaya Pemerintah dalam rangka menumbuhkan motivasi dan partipasi masyarakat lokal yang menjadi titik balik pengembangan pariwisata Kabupaten Bima ke depan dan dalam rangka mewujudkan cita-cita Gubernur NTB “VISIT LOMBOK SUMBAWA 2 JUTA WISATAWAN TAHUN 2015”. Aminnnn !!.

 

6 Gambar Definisi Kepariwisataan – Definisi Kepariwisataan

definisi kepariwisataan

definisi kepariwisataan | Definisi Kepariwisataan

KEPARIWISATAAN

KEPARIWISATAAN | Definisi Kepariwisataan

6 photos of the "6 Gambar Definisi Kepariwisataan"

Definisi Kepariwisataan Definisi KepariwisataanKEPARIWISATAAN Definisi KepariwisataanDefinisi Kepariwisataan Definisi KepariwisataanDefinisi Pariwisata Dari 6 Sumber Definisi KepariwisataanBAB II LANDASAN TEORI ABerbagai Definisi Tentang Kebijakan Kepariwisataan Dikemukakan Definisi Kepariwisataan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *