10 Tempat Wisata Daerah Garut

Semua mata tertuju pada bencana banjir bandang yang menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/09/2016) lalu. Berdasarkan data teranyar di lapangan disebutkan, bencana banjir badang terbesar dan terparah ini menelan 26 korban jiwa, 23 hilang, serta mengungsikan  ratusan orang ke sejumlah titik posko yang tersebar.

10 Tempat wisata di Garut Yang Paling Menarik Dikunjungi

10 Tempat wisata di Garut Yang Paling Menarik Dikunjungi | Wisata Daerah Garut

Banyak spekulasi hadir bersangkutan becana sangat besar di kota yang berjuluk Swiss Van Java ini. Rusaknya ekosistem alam di wilayah hulu sungai Cimanuk dinilai menjadi salah satu hal penyebab terjadinya banjir bandang yang merusak selama 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, lokasi tinggal sakit, pemukiman, PDAM dan  menghanyutkan 57 bangunan lainnya .

Berdasarkan data yang dihimpun Mongabay, situasi hulu guna Daerah Resapan Sungai (DAS) Cimanuk terdapat area resapan air yang telah tidak sedikit dilakukan alih faedah lahan di Bayombong, Cikajang dan Pasir wangi.

Ditambah maraknya penebangan hutan di distrik Gunung Guntur, Papandayan, Darajat dan Cikuray. Kondisi tersebut merangsang peningkatan lahan kritis menjangkau 50 ribu hektar.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna, menebak penyebab banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut disebabkan oleh hulu Sungai Cimanuk yang rusak.

Hal tersebut terbukti dengan tidak lama ketika turun hujan, dua hingga tiga jam lantas Sungai Cimanuk sudah dijamin akan meluap di Tarogong Kidul. Artinya, tidak terdapat tahanan air di wilayah hulu sungai.

“Mestinya saat hujan turun, bila vegetasinya benar, air tersebut akan lama hingga ke sungai,” kata Anang saat didatangi di Kampung Cimacan.

Anang menjelaskan, andai air dari gunung memakan masa-masa lama guna sampai ke sungai, dengan kata lain hutan lindungnya bermanfaat dengan baik. Lanjutnya, menurut citra satelit, terlihat area Gunung Cikurai, Guntur dan Darajat berwarna merah atau telah berkurang menyeluruh luasan area hutan lindung.

Berdasarkan keterangan dari dia, pemerasan yang terjadi di area konservasi yang dibentengi di Garut menjadi penyebab utama dalam bencana alam kali ini. Eksploitasi lingkungan dilaksanakan pengembang yang melanggar Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

10 Destinasi Wisata Di Garut Yang Anti-Mainstream, Keren Dan

10 Destinasi Wisata Di Garut Yang Anti-Mainstream, Keren Dan | Wisata Daerah Garut

Dia menerangkan, warna merah menunjukan tanah gundul dan bukan vegetasi permanen. Anang menyesalkan area yang diperuntukan sebagai resapan air tanah, kerap dipakai sebagai lahan pertanian, pembangunan area wisata, sampai properti dengan tidak memerhatikan kaidah lingkungan.

Dia merekomendasikan untuk Pemerintah Provinsi  Jawa Barat supaya bertindak tegas terhadap yang menyalahi aturan.

Dikatakan Anang, memang secara geomorfologi dan topografi jarak antara wilayah lereng dan lembah di distrik Garut dekat sekali. Beda dengan di Bandung, laksana di Gunung Wayang dan Sungai Citarum. Saat terjadi hujan deras, air bah baru hingga ke Dayeuh Kolot sesudah lima hingga enam jam.

“Di Cimanuk, melulu dua hingga tiga jam (air hingga ke Tarogong Kidul), topografi yang curam, resapan air yang minim sehingga menyebabkan percepatan air mengalir dengan deras,” Ungkap Anang.

Menurutnya, Sungai Cimanuk ialah sungai yang Koefisien Regim Sungai (KRS) sangat buruk se-Pulau Jawa, bahkan terjelek secara nasional. Ketika musim kemarau, KRS Cimanuk nilainya 1, tapi ketika musim hujan nilainya 771.

KRS ialah perbandingan debit air tertinggi dengan debit air terendah dalam satu periode. Biasanya pada ketika musim hujan tertinggi dan musim kemarau terendah. KRS yang baik memiliki nilai 50 ke bawah. KRS kelompok sedang nilainya 50 – 120 dan KRS kelompok buruk nilainya 120 ke atas.

Anang menegaskan, faedah hutan mesti dikembalikan. Kawasan hutan lindung supaya dikembalikan menjadi hutan lindung, area hutan konservasi pun dilindungi. “Saya tidak baru ngomong hari ini. Saya telah ngomong semenjak 2007. Sebelum jadi kepala dinas saya kepala BP (badan pengelola) DAS Sungai Cimanuk dan Citarum,” terangnya.

Banyak Hutan Rusak

10 Destinasi Wisata Di Garut Yang Anti-Mainstream, Keren Dan

10 Destinasi Wisata Di Garut Yang Anti-Mainstream, Keren Dan | Wisata Daerah Garut

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Sutarman Darmita, ketika dikonfirmsasi menyatakan tidak memungkiri salah satu hal bencana disebabkan rusaknya area hutan. Disamping hal lain pun yang memprovokasi seperti tingginya curah hujan. Dia pun menuturkan gejala banjir bandang memang rentan terjadi di Garut masing-masing tahunnya.

“Banjir bandang ini tidak jarang terjadi hingga sekarang. Cuma intensitasnya besar dan kecil. Yang besar terjadi 2011 di Pameungpeuk dulu, lantas 2014 Cikajang dan kini yang sangat besar terjadi ,” kata dia saat didatangi Mongabay di kantornya, Jalan Patriot, Tarogong Kidul, Garut, Kamis (22/09/2016).

Sutarman berujar, secara topografi memang situasi tanah sudah tidak sedikit berubah  dan diperbanyak ada sebagian area hutan yang rusak. “Pengolahan secara berlebihan dan perambahan hutan  sering dilaksanakan masyarakat masuk ke area hutan, entah tersebut illegal logging dan illegal mining terjadi di Garut,” papar dia.

Sutarman menerangkan, sepanjang DAS Cimanuk terdapat area hutan yang dikelola oleh Perhutani dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Garut. “Untuk pengawasanya tidak dapat efektif bila dilaksanakan hanya satu pihak. Perlu sinergi dari sejumlah elemen guna mengawasinya,” ucapnya.

Dia mengungkapkan terdapat lebih 10 wilayah yang rawan perambahan  hutan. Kemudian 220 desa pun berbatasan langsung dengan hutan. Lanjut Sutarman, seringkali di distrik sekitar perbatasan, masih tidak jarang terjadi perambahan hutan.

Di Garut, katanya, mempunyai luasan hutan berjumlah  107 ribu hektar terdiri hutan lindung 84 ribu hektar, hutan suaka alam dan wisata 26 ribu hektar, hutan buatan terbatas  5 ribu hektar dan hutan buatan tetap seluas 166,10 hektar. Diluar hutan konservasi terdapat hutan rakyat sejumlah 44 ribu hekter.

“Itu masih data tahun 2003, mengacu pada Kepmenhut No. 195/KPTS/ II/2003. Hampir 35 persen dari distrik Garut ialah hutan yang diperuntukan untuk area konservasi. Tapi apakah 84 ribu hektar itu masih utuh? Belum terdapat data teranyar soal tersebut dan dibutuhkan kajian mendalam,” pungkas dia.

DAS Cimanuk

Objek Wisata Air Panas di Garut Sudah Mulai Buka untuk Umum

Objek Wisata Air Panas di Garut Sudah Mulai Buka untuk Umum | Wisata Daerah Garut

Menanggapi banyaknya permukiman di badan sungai sepanjang DAS Cimanuk, Bupati Garut, Rudy Gunawan yang didatangi Mongabay menuliskan pemukiman tersebut melanggar aturan. Dia menuliskan jarak pemukiman dari badan sungai, idealnya 100 meter.

Rudy membantah adanya praktik ilegal loging yang terjadi di hulu sungai. Dia beralasan ada 4 sungai, satu diantaranya mengalir ke Pantai Utara (Pantura) yakni kali Cimanuk.

“Itu tidak disana tidak terdapat hutan, yang terdapat hutan tersebut adanya di 3 sungai tadi namun airnya mengalir ke pantai selatan. Dari 50 tahun sebelumnya pun sudah ada tumbuhan holtikultura. Kalau kasusnya alih faedah lahan barangkali terjadi banjir dari dulu juga,” imbuh Rudy.

Dia menuliskan tanah yang dihuni oleh warga itu adalah tanah kepunyaan negara. Rudy menyatakan sudah menghimbau mengenai bahaya bermukim di bantaran sungai. rencananya penduduk akan direlokasi ke rusunawa supaya lebih nyaman.

Penanganan Korban

“Dari Kabupaten Garut telah dikeluarkan duit senilai Rp500 juta guna tahap pengungsian korban bencana yang sakit. Bantuan dari Presiden Rp1,3 miliar dan santunan terhadap korban meninggal dunia Rp15 juta per orang,” kata Rudy.

Dia menuturkan korban luka – luka ongkos pengobatannya sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab. Dia melanjutkan sudah mengantarkan laporan untuk Gubernur Jabar berhubungan alat kesehatan yang bobrok senilai Rp20 miliar.

“Kami usahakan pemulihan pelayan bakal normal laksana semula pada Senin (26/09/2016) mendatang. Itu untuk semua pelayanan,” ujarnya.

10 Tempat Wisata di Garut Jawa Barat Yang Baru Kota Utara : Sabda

10 Tempat Wisata di Garut Jawa Barat Yang Baru Kota Utara : Sabda | Wisata Daerah Garut

10 Tempat Wisata Daerah Garut – Wisata Daerah Garut

10 Tempat Wisata di Garut Terbaru dan Terpopuler 10 - Explore Garut

10 Tempat Wisata di Garut Terbaru dan Terpopuler 10 – Explore Garut | Wisata Daerah Garut

Objek Wisata di Garut Kembali Dibuka, Pihak Pengelola Mulai

Objek Wisata di Garut Kembali Dibuka, Pihak Pengelola Mulai | Wisata Daerah Garut

10 Tempat Wisata di Garut yang Lagi Hits  Ngadem.com

10 Tempat Wisata di Garut yang Lagi Hits Ngadem.com | Wisata Daerah Garut

10 Tempat Wisata di Garut Terbaru dan Terpopuler 10 - Explore Garut

10 Tempat Wisata di Garut Terbaru dan Terpopuler 10 – Explore Garut | Wisata Daerah Garut

10 Tempat Wisata di Garut Yang Wajib Dikunjungi  Busbluestar.co.id

10 Tempat Wisata di Garut Yang Wajib Dikunjungi Busbluestar.co.id | Wisata Daerah Garut

10 photos of the "10 Tempat Wisata Daerah Garut"

10 Tempat Wisata Di Garut Yang Lagi Hits Ngadem10 Tempat Wisata Di Garut Terbaru Dan Terpopuler 10 Explore Garut Wisata Daerah Garut10 Tempat Wisata Di Garut Terbaru Dan Terpopuler 10 Explore Garut Wisata Daerah Garut10 Tempat Wisata Di Garut Yang Wajib Dikunjungi Busbluestar.coObjek Wisata Air Panas Di Garut Sudah Mulai Buka Untuk Umum Wisata Daerah GarutObjek Wisata Di Garut Kembali Dibuka, Pihak Pengelola Mulai Wisata Daerah Garut10 Tempat Wisata Di Garut Jawa Barat Yang Baru Kota Utara : Sabda Wisata Daerah Garut10 Destinasi Wisata Di Garut Yang Anti Mainstream, Keren Dan Wisata Daerah Garut10 Tempat Wisata Di Garut Yang Paling Menarik Dikunjungi Wisata Daerah Garut10 Destinasi Wisata Di Garut Yang Anti Mainstream, Keren Dan Wisata Daerah Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *